Senin, 09 Mei 2016

Cerpen


Kekasihku Pencuri


Suasana pagi ini berhasil membangunkan tubuhku. Mataku terbuka perlahan, aku menghirup udara ini yang sangat menyejukkan. Desir angin ini menembus tubuhku hingga aku sangat merasakannya. Aku melakukan lari pagi hari ini. Kegiatan ini aku lakukan untuk mengisi sebagian waktuku. Usai lari pagi, segera aku menuju kerumah. Waktuku terasa kosong. Sekarang  aku menikmati waktu liburku hanya di rumah, karena seminggu yang lalu aku sudah keluar kota untuk menikmati awal liburku. Liburanku kali ini terasa lama sekali, karena liburan semester kali ini selama tiga bulan.
Ponselku berdering, salah satu temanku mengajakku jalan ke salah satu mall tempat biasa aku berkunjung, namanya Rika.
“Sa kita ketemu disana saja ya, soalnya aku di tempat salah satu keluargaku di dekat sini. Jadi kalau kamu sudah mau pergi hubungi aku aja” ujar Rika saat menelpon.
Ya teman-temanku terbiasa memanggilku Salsa. Nama kepanjanganku Salsa Maharani. Walaupun nama belakang kurang kusukai, tetapi nama itulah yang diberikan orangtua kesayanganku.
Aku pergi saat sore hari. Hari ini sangat diluar dugaanku. Awalnya aku berfikir hari ini hari yang sangat menyenangkan. Dan sampailah aku di Mall Fantasi yang merupakan tujuan dari perjalananku tadi. Kuparkirkan motorku di belakang mall fantasi saja, agar tidak kejauhan dari pintu masuk. 

Segera aku menuju untuk bertemu Rika. Kami banyak menghabiskan waktu untuk berbelanja.
Saat hendak pulang, aku menuju tempat parkirku. Ini kejadian yang sangat tak terduga. Motorku hilang, entah kemana. Aku bingung, takut, dan sangat gelisah. Bagaimana ini bisa terjadi.
“Rika, motorku gada. Perasaan tadi kutaruh disini” ujarku.
“Kita cari dulu yuk” kata Rika.
Aku mencari kunci motor di dalam tasku sehingga barang-barang ku keluarkan. Namun, tidak ada juga gantungan monyet yang daritadi kucari.
“Rika kunciku juga gak ada” ucapku.
“coba cari lagi jangan buru-buru gitu” balasnya.
“nggak ada rika”  ucapku dengan gelisah.
“Jangan-jangan kuncimu kamu tinggal di motor, terus ada yang ngelihat, terus motormu dibawa lari” balas Rika. Jawaban ini sungguh membuat tubuhku ingin jatuh.

Setengah jam aku bersama Rika sudah mencari motorku di area mall tersebut dengan berharap mungkin motorku di pindahkan oleh seseorang, tetapi tidak ada juga. Aku semakin takut.
“kita lapor aja yuk, aku capek mencari tapi gak ada juga” ucapku.
“kamu kan parkirnya bukan di dalam, coba kamu parkir di dalam kamu bisa menyalahkan pihak parkirnya” ucapnya.
“duh aku harus gimana. Aku takut pulang Rik, ini motor ayahku. Pasti aku dimarahin sama dia” ucapku.

Otakku seakan tidak bisa berfikir. Mengapa aku bisa mengalami kejadian sial di hari ini yang seharusnya menjadi hari yang menyenangkan. Akhirnya aku mengusulkan pendapat agar kekantor polisi. Rika menemaniku kekantor polisi dengan menggunakan motornya.  Namun, tiba-tiba motor Rika berhenti. Motor rika mogok, aku pusing sekali. Sudah jatuh, tertimpa tangga pula. Peribahasa ini mengibaratkan keadaanku saat ini. Aku menghubungi salah satu sahabatku, aku berfikir sahabatku pasti menolongku. Namun kenyataanya sangat berbalik dari apa yang kuduga. Aku pasrah, mataku berkaca-kaca ingin menangis. Rika daritadi sibuk dengan ponselnya, “mungkin Rika mencari bantuan kepada temannya” pikirku. Aku marah kepada teman-temanku yang tidak bisa menolongku saat ini.
Sudah pukul 19.00 namun motor Rika tidak kunjung nyala. Rika terus mencoba motornya agar dapat menyala. Dan akhirnya saat yang kutunggu-tunggu datang juga, motor Rika menyala.
“Sa makan dulu yuk, aku laper dari siang belum makan” ucap Rika.
“Aku lagi susah begini kamu mikir makan. oke deh, tapi jangan lama-lama” jawabku dengan wajah melas.
Sampailah dirumah makan tujuan Rika. Rika segera memarkirkan motornya. Aku melihat sebuah motor yang tidak asing, motor itu seperti motorku namun motor itu berada dipaling ujung.
“Rik itu kaya motorku, tapi gak ada helmnya” ucapku.
“Motor kaya punyamu kan banyak sa. Saat pulangan saja kita liat yuk, aku laper sekali” ucap Rika sambil menarikku ke dalam.
Aku tidak nafsu makan, walaupun di depanku banyak hidangan makanan yang sangat lezat. Ada penyanyi yang mengalunkan sebuah lagu, suaranya lumayan bagus. Aku menoleh kebelakang untuk melihat penyanyinya. Tubuhku menegang, aku melihat seorang lelaki yang ku kenal sedang makan bersama seorang wanita di belakang mejaku. Dia pun melihatku. Segera aku melahap makananku agar cepat habis.
“Rik cepat habisin makananmu, kita pergi dari sini” ucapku.
“Sa di belakang mu ada Vandi, wah dia sama siapa ya?” ucap Rika.
Aku hanya diam, tidak menjawab ucapan Rika. Aku langsung meminta Rika agar mengantarku pulang. Sampai dirumah, aku memberi tahu orangtuaku. Mereka memarahiku terus- menerus. Aku sadar ini karena kecerobohanku. Aku tidur di sofa ruang tamu. Tiba-tiba terdengar suara pintu, “ah mungkin salah satu kakakku yang masuk” pikirku dalam hati. Aku pura-pura tidur. Tanganku terasa sakit, seperti ada yang mencubitku. Kubuka bantal dari mukaku yang daritadi kupegang untuk menutupi mukaku. Aku melihat cahaya lilin. Ketika itu senyum pun menyinari wajahku. Ya Rika lah yang membawa kue beserta lilin dengan beberapa teman-temanku. Aku segera meniup lilin-lilin tersebut, namun sulit sekali apinya hilang karena mereka memakai lilin magic. Dan seorang lelaki yang tadi kulihat di rumah makan pun datang dengan wanita yang tadi bersamanya. Wanita itu ternyata sepupunya. Seketika itu juga, lelaki itu mengeluarkan kotak berwarna hitam. Aku terkejut karena di dalamnya ada sepasang cincin berwarna keemasan, dan akupun menerimanya.
Rika memberiku sebuah hadiah kecil, dan kubuka ternyata dalamnya sebuah kunci motor. Ternyata Rika mengambil kunciku saat aku buang air kecil ketika saat di mall tadi. Aku memukulinya dan mengomelinya, dan ternyata Vandi lah yang merencanakan ini. Kulihat motorku sudah ada di depan rumah. Ya, kekasihku pencurinya. Ia selalu bisa membuat kejutan diluar dugaanku. Orangtuaku pun tahu perihal kejadian ini.Ya hari ini hari istimewaku, dan ini sangat mengesankan. Hari inilah umurku bertambah, disaat motorku hilang.

End

13 komentar:

  1. syedih syah ceritanya. bagusss

    BalasHapus
  2. Ku kira betulan dicuri sama pacarmu trus endingnya pacarmu msuk penjara. Ternyata sengaja memang mau ngerjain.. haha.bagus idenya

    BalasHapus
  3. hehehe tulisannya keren bagus aisyah, terus berkarya dalam tulisan ya siti ais hehe :)

    kasih coment ya sitirabiatuladawiyah.blogspot.com makasih

    BalasHapus
  4. Suka sma ending y..
    Gak disangka2...
    Hahahahhaa

    BalasHapus
  5. Suka sma ending y..
    Gak disangka2...
    Hahahahhaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasi mba tata, desi,rabiatul 😉

      Hapus
  6. Endingnya asli bikin gemes sah. Lucuuu

    BalasHapus
  7. Subhannallah keren banget.. bisa diangkat jdi vilm gak haha

    BalasHapus
  8. Good.. Jadi inspirasi buat ngerjain teman juga 😄😄

    BalasHapus
  9. Bagus banget dengan alur ceritanya ,buat orang penasaran di awal dan di akhir cerita gk di sangka* ternyata org terdekat pelakunya .good cerpen buat lebih banyak lagi dong aisyah sah :)

    BalasHapus